Dukungan bagi Pelaku Usaha di Industri Kreatif

Sejak tahun 2015 silam, sektor industri kreatif Indonesia berada di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Lembaga non-kementrian tersebut didirikan dengan tujuan untuk menghimpun sektor ekonomi kreatif Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi baru pada tahun 2030, serta menciptakan sebuah iklim yang efektif dan efisien di sektor ekonomi kreatif untuk menunjang peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif memiliki bermacam-macam subsektor yang membawahi beragam jenis industri kreatif, beberapa diantaranya adalah fashion, musik, periklanan, seni pertunjukan, desain interior, dan kuliner.

image1

Dikutip dari saluran berita Kompas, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyatakan bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia diperkirakan telah menyumbang 1.000 Triliun Rupiah kepada PDB Indonesia pada tahun 2018. Tercatat pada akhir tahun 2016 silam, sektor ekonomi kreatif Indonesia telah menyumbang PDB Indonesia sebesar 922 Triliun Rupiah atau 7.44% dari total PDB Nasional. 3 subsektor ekonomi kreatif sebagai penyumbang pendapatan tertinggi adalah subsektor kuliner, fashion, dan seni kriya.

 

PT. MAV sebagai salah satu bagian dari WBI pun turut menunjang tujuan yang dimiliki oleh Badan Ekonomi Kreatif di dalam sektor perfilman, periklanan, serta televisi dan radio. Didirikan pada tahun 2007 silam, PT. MAV telah memproduksi berbagai film dan iklan sebagai media motion picture dalam menunjang sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Dalam perjalanannya di industri kreatif, PT. MAV telah memproduksi berbagai film, iklan, company profile, serta berpartisipasi dalam berbagai festival film baik berskala Nasional maupun Internasional. Beberapa produk kreatif yang telah dihasilkan contohnya iklan Indihome Nusantara, film Buffalo Boys, seri dokumenter Indonesia Exploride, serta menghadiri Indonesian Film Festival pada tahun 2017.